Badan Peduli Pendidikan Anak Nagari Lasi

Membangun Manusia Lebih Utama Ketimbang Membangun Secara Pisik

  • Profileku

    Nama: Maswir
    Pendidikan : S2 Mathe ITB Bandung
    Pekerjaan : Guru
    Hobby : Saluang, Rabano, Randai
    Agama : Islam

  • Peta Kunjungan

    • 33,960 hits

Prestasi Sekolah Berdasarkan Hasil UN

Posted by Maswir pada Desember 1, 2009

Keberhasilan sebuah pendidikan ditingkat pendidikan menengah biasanya di lihat dari hasil UN yang diperoleh. Kalau sebuah sekolah sukses dengan meluluskan siswanya 100 % dan dengan nilai rata UN bagus, maka dikatakan sebuah sekolah itu cukup berprestasi.  Sebagai pimpinan sekolah dan unsur unsur terkaitnya lainnya akan merasa bangga dengan melihat perolehan hasil UN dari sekolah tersebut.

Perlu kita cermati kembali tentang sebuah prestasi dari sekolah, disamping melihat hasil UN tentu perlu juga kita tinjau kembali INPUT dari sekolah tersebut. Kita dapat mengukur sebuah prestasi sekolah itu dengan membandingkan input dengan outputnya. Misalnya sebuah sekolah perolehan Nilai rata-rata UN nya 7,0 sementara sekolah yang lain menperoleh nilai rata-rata 8,0. Seandainya sekolah yang mendapat nilai rata UN 7,0 tersebut menerima input dengan nilai rata-rata UN 6,0 sebaliknya sekolah yang memperoleh nilai rata-rata UN 8,0 tadi menerima input dengan nilai rata-rata UN 7,8. Apakah pantas kita katakan sekolah yang memperoleh nilai rata-rata UN 8,0 tadilah yang berprestasi?

Jadi perlu kita membandingkan nilai input dengan output. Dari contoh yang diungkapkan diatas, maka sekolah yang mempresos peserta didik dari rata 6,0 ke 7,0 jauh lebih berproses dari sekolah yang memproses dari 7,8 ke 8,0. Dari contoh diatas dapat kita katakan sekolah yang berproses lebih tiggilah yang lebih berprestasi. Janganlah kita hanya terfokus ke hasil akhir saja, tetapi harus kita lihat perbandingan input dan output itulah sebenarnya yang menentukan prestasi sebuah sekolah atau lembaga pendidikan.

Karena pendidikan itu adalah proses, maka sebaiknya kita mengukurnya juga dari proses yang telah dilakukan. Bukan hanya semata dari output yang dihasilkan. Wajarlah sekolah didaerah pelosok selalu dikatakan tidak bagus dari hasil output, tetapi belum tentu kalau kita buat perbandingan input dengan output.

Karena sebentar lagi dunia pendidikan di Indonesia akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) maka seharusnya kita meninjau keberhasilan lembaga pendidikan dari dua sisi ini, jangan seperti yang telah sudah. Artinya sangat tidak rasional kalau masih kita ukur hanya dari satu sisi saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: